Khutbah Jumat Saling Mengingatkan: Shilaturahmi Dalam Masyarakat

<Khutbah Jumat Saling Mengingatkan: Shilaturahmi dalam Masyarakat> Alhamdulillah, kembali pada siang ini, kita diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa menunaikan fardhu Jum’at di masjid yang mulia ini, sebagai salah satu perwujudan pengabdian kita kepada-Nya. 

Hadirin Kaum Muslimin Rahimakumullah

Adalah suatu kebiasaan bagi Rasulullah SAW. dimana pada tahun-tahun pertama beliau hijrah ke Madinah, usaha pertama yang beliau lakukan adalah menjalin ukhuwah Islamiyah antara sesama Muslim, baik dari kalangan kaum Muhajirin maupun dari kalangan kaum Anshar melalui jalinan perkawinan. 

Suatu ketika, berkatalah Saád bin Rabi’ kepada Abdurrahman bin Auf, “Wahai saudaraku, aku termasuk salah seorang penduduk Madinah yang cukup banyak memiliki harta kekayaan. Jika saudara suka, ambillah sebagiannya. 
Disamping itu, aku juga punya dua orang isteri, jika kau bersedia, ambillah salah satunya untuk kau jadikan isteri dan aku segera menceraikannya”. Mendengar tawaran baik ini, Abdurrahman bin Auf cukup tercengang dan merasakan suatu anugerah yang luar biasa, suatu pengorbanan yang tiada taranya. Dan ia bersyukur  seraya menjawab, “Alhamdulillah, terimakasih atas tawaran baik saudara, semoga SWT. memberkahi keluarga dan harta kekayaanmu. Maáf, bukan maksudku menolak budi baikmu saudara, namun aku hanya bermaksud agar saudara menunjukkan kepadaku dimana lokasi pasar di kota ini, sehingga aku dapat melakukan perniagaan”. Demikianlah sikap Abdurrahman bin Auf. Ia tidak ingin memberatkan saudaranya. Ia ingin berusaha sendiri kendati Saád bin Rabi’ menawarkan jasa baik kepadanya.    
http://aang-zaeni.blogspot.com/2017/04/materi-khutbah-jumat-shilaturahmi-dalam.html

Maasyiral Muslimin Rahimakumillah

Pragmen di atas merupakan gambaran umum hati seorang Muslim di dalam menjalin persaudaraan antar sesama. Persaudaraan mereka takobahnya seperti satu tubuh yang saling ketergantungan. Salah satu saja tidak berfungsi, maka yang lain akan merasakan akibatnya. Salah satu saja menderita sakit, maka yang lainnya pun merasakan sakitnya. Keadaan ini seiring dengan pernyataan Rasulullah SAW. dalam hadits beliau :''Perumpamaan orang-orang yang beriman itu di dalam menjalin persaudaraan sesama mereka adalah laksana satu tubuh yang kokoh. Apabila salah satu anggota tubuh tersebut menderita sakit, maka seluruh tubuh (anggotatubuh yang lain) turut merasakan sakitnya''.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Menurut Al-Quran dinyatakan bahwa kaum Muslimin itu merupakan ummat yang satu, “Ummatan wahidah”, seperti yang diungkapkan Al-Quran surah Al-Ambiya ayat 92, yang berbunyi:  ''Sesungguhnya ummat ini adalah ummat yang satu. Dan Akuilah Tuhan kamu. Oleh sebab itu hendaklah kamu menyembah kepada-Ku''. 

Dalam hubungan ini, A.Yusuf Ali dalam bukunya, The Holy Qur’an menyatakan bahwa, perkataan ummatan waahidah dalam konteks ayat di atas lebih tepat diartikan sebagai brotherhood atau persaudaraan. 


Bertolak dari pernyataan ini, maka kaum Muslimin sesungguhnya telah mempunyai ikatan jiwa yang begitu kokoh dan teraplikasi dalam amal perbuatan sehari-hari berupa saling bantu membantu, tolong menolong dan sebagainya. Dari sikap dan tindakan ini pada gilirannya akan membentuk suatu masyarakat yang sejahtera, rukun dan damai, penuh marhamah lahir dan batin. Ideal cita seiring dengan anjuran Allah SWT. yang tertera dalam Al-Qurán pada surah Al-Maídah ayat 2 yang berbunyi:''Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu saling tolong menolong alam mengejakan kebaikan dan  memelihara diri dari kejahatan. Dan janganlah saling bantu membantu dalam mengerjakan dosa dan permusuhan. Dan patuhlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras sisksa-Nya''. 

Tolong menolong merupakan salah satu wujud dari sikap dan tindakan persaudaraan dalam Islam. Tolong menolong dalam Islam merupakan tanggung jawab setiap pribadi seorang Muslim. Tanggung jawab tersebut tentu sifatnya tidak sementara atau insidentil belaka, namun sikap dan rasa tanggung jawab ini terus berlangsung dan berkesinambungan, dari waktu ke waktu,  dari masa ke masa, bahkan dari generasi ke generasi. Selama kaum muslimin masih ada di permukaan bumi ini, maka selama itu pula tanggung jawab untuk menjalin persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah tetap melekat di tiap-tiap pribadi kaum muslimin. 

Hadirin Kaum Muslimin yang berbahagia.

Dalam rangka upaya menjalin persaudaraan dalam Islam, kita dianjurkan untuk senantiasa meningkatkan kegiatan-kegiatan  silaturrahmi dengan sesama muslim.  Firman Allah SWT: ''Dan bertaqwalah  kepada  Allah,  yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu'' (QS.An-Nisaa ayat 1).
Bahkan dalam salah satu hadits Rasulullah SAW, beliau mensejajarkan atau menyetarakan antara pentingnya atau perlunya beriman kepada Allah dan hari akhir dengan pentingnya atau perlunya menjalin silaturrahmi. ''Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah selalu menyambung tali kasih sayang (silaturrahmi)''.

Baca Juga>Materi Khutbah Jumat Menjauhi Perbuatan Curang

Dengan meningkatnya kegiatan silaturrahmi dalam masyarakat Islam, berarti ikatan persaudaraan dan kasih sayang terus terjalin dengan erat dan kuat, sehingga kehidupan kaum muslimin akan terasa indah damai,  aman dan tenteram. Dengan terjalinnya kasih sayang dan persaudaraan sesama muslim, insya Allah kehidupan kita akan terhindar dari segala dosa dan kesalahan, kenapa?, karena sesama muslim kita bersaudara, yang tentunya kita selalu ingat mengingatkan, tegur menegur dan nasehat menasehati yang tentu saja dengan cara-cara yang baik dan bijak. 

Dengan terjalinnya kasih sayang dan persaudaraan sesama muslim, insya Allah kehidupan kita akan terjaga dari kesesatan, kenapa?, karena sesama muslim kita saling betul membetulkan dan saling sempurna menyempurnakan.Dengan terjalinnya kasih sayang dan persaudaraan sesama muslim, insya Allah kehidupan kita akan terbebas dari kedzaliman, kenapa?, karena sesama muslim kita saling menjaga dan kita saling membela saudara kita. Seorang muslim yang baik, tentu tidak akan membiarkan saudaranya larut dalam amukan dosa dan kemaksiatan. Seorang muslim yang baik, tentu tidak akan membiarkan keluarganya, tetangganya, bahkan masyarakat lingkungan sekitarnya, terbuai dalam mimpi-mimpi duniawi yang memabukkan, sehingga lupa segala-galanya. 

Seorang muslim yang baik merupakan penolong bagi sesama muslim lainnya. Seorang muslim yang baik merupakan pembawa kedamaian bagi muslim lainnya. Seorang muslim yang baik merupakan pencegah bagi setiap usaha dan bentuk perbuatan dosa dan kemungkaran. Ingatlah pesan Rasulullah SAW: ''Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran, hendaklah kamu segera mencegahnya (merubahnya) dengan tanganmu (kekuasaan). Kalau kamu tidak mampu dengan tangan (kekuasaan), maka cegah/rubahlah dengan perkataanmu. Kalau tidak mampu juga, maka cegah/rubahlah dengan hatimu (setidak-tidaknya hatimu benci terhadap perbuatan mungkar tersebut). Yang terakhir ini adalah gambaran selemah-lemah iman”

Maásyiral Muslimin Rahimakumullah

Kalau diibaratkan dengan sebuah mikropon, maka silaturrahmi adalah kabelnya. Dengan kabel yang baik, akan dapat menghantarkan suara yang jelas dan jernih ke sebuah speaker. Sebaliknya, jika kabel
kurang baik atau terputus, maka suara yang ditimbulkan akan kedengaran jelek atau tidak terdengar sama sekali. Demikian juga silaturrahmi. Bila silaturrahmi terjalin dengan baik, maka persaudaraan muslim akan semakin baik pula. Sebaliknya,  jika silaturrahmi kurang terjalin bahkan terputus, maka terputuslah pula persaudaraan sesama muslim, sehingga yang  muncul adalah suara-suara yang  tidak semestinya seperti saling fitnah, gunjing menggunjing, saling curiga, saling tuduh dan sebagainya. 

Oleh karena itu, izinkanlah kami melalui mimbar yang mulia ini, mengajak para jamaah sekalian, marilah kita bersama-sama meningkatkan kegiatan silaturrahmi antar sesama muslim, agar jalinan ukhuwah Islamiyah akan menjadi kekuatan spritual yang melahirkan rasa kasih sayang, kecintaan dan saling mempercayai yang diwujudkan dengan adanya sikap dan tindakan positif seperti tolong menolong, hormat menghormati, pema’af, pemurah, setia kawan dan lain sebagainya. 

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kemampuan kepada kita semua untuk menjalin dan memperkokoh tali persaudaraan sesama muslim, sehingga kita betul-betul menjadi ummat yang satu, yang tak mudah di ombang ambingkan,tak mudak di cerai beraikan. Amin, ya Rabbal áalamiin.

Subscribe to receive free email updates: