Teks Khutbah Jumat Singkat Padat dan Jelas Mengingat Kematian Dan Menyiapkan Diri Untuk Menghadapinya

<Teks Khutbah Jumat Singkat Padat dan Jelas Mengingat Kematian Dan Menyiapkan Diri Untuk Menghadapinya> Ma'aasyiral muslimin ,jammaah jumat rahimakumullah. Mengawali khutbah kali ini ,marilah kita tingkatkan dan takwa kita kepada Allah SAW. Marilah kita waspada diri,merenung kembali apa yang kita perbuat,selama ini hidup kita terisi dengan nilai-nilai ketakwaan kepada Allah swt. Atau justru sebaliknya, kita lebih banyak berpaling dari ajarannya dan menggunakan kesempatan dalam hidup ini untuk kepentingan hawa nafsu yang akan menjerumuskan kita. Hal ini sangat penting kita lakukan, paling tidak seminggu sekali pada kesempatan sholat jum'at sebagai sarana ibadah.

Sudah menjadi sunttatullah bahwa setiap mahluk yang bernyawa pasti akan mati,hanya tidak ada diantara kita yang mengetahui kapan kematian itu akan datang ''setiap jiwa pasti akan merasakan mati''. Karna kematian itu pasti akan datang,maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Perbanyaklah mengingat hal yang memutuskan kenikmatan dan kelezatan (maksudnya kematian).

Baca Juga>Teks Khutbah Jumat: Tentang Hakikat Tauhidullah
                >Contoh Khutbah Jumat: Tentang Tugas Dakwah
                >Antara Puasa, Keikhlasan dan Etos Kerja
                >Teks Khutbah Jumat: Dahsyatnya Neraka
Dalam hadits ini Rasulullah SAW mengajurkan kepada kita semua agar selalu mengingat yang memutuskan,mengalahkan atau menghancurkan,yaitu kematian yang suatu saat pasti akan tiba, bahkan sering datang tanpa terduga dan secara tiba-tiba. Ibnu Umar RA berkata  “Aku sedang duduk bersama Rasulullah, maka datanglah seorang laki-laki dari golongan ansyar, lalu ia memberi salam kepada Nabi seraya berkata, wahai Rasulullah,  mukmin yang seperti apa yang paling utama? Beliau menjawab ; ''Yang paling baik akhlaknya.''
http://aang-zaeni.blogspot.com/2017/03/teks-khutbah-jumat-singkat-padat-dan.html

Ia bertanya lagi, Mukmin seperti apakah yang paling cerdas? Beliau menjawab; “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik mempersiapkan diri untuk sesudah kematian itu,mereka itulah yang paling cerdas.” 

Baca Juga>Contoh Teks Khutbah Jumat Tentang Menuntut Ilmu
                >Materi Khutbah Jumat: Karakter dan Nasionalisme Bangsa      
                >Mengapa Kita Harus Bertaubat Kepada Allah SWT
                >Contoh Khutbah Jumat: Lima Perkara Penghalang Kesalehan

Inilah standar kecerdasan yang sebenarnya, yaitu tidak pernah melupakan sesuatu yang pasti akan tiba dan menyiapkan diri dengan sebenarnya untuk hal itu. Tanpa adanya persiapan diri untuk kematian itu, tentu hanya sekedar mengingat tidak banyak berguna dan tidak bermamfaat. Oleh karna itu, cobalah kita bercermin untuk  melihat diri kita sendiri,  sebelum melihat orang lain,apakah kita sudah memulai untuk melaksanakan perintah Rasulullah SAW ini? Kalau kita sudah memulainya, lalu bagaimana dengan orang-orang terdekat dengan kita.

Baca Juga>Islam Bukan Agama Kekerasan
                >Pengorbanan Cinta Terbesar di Dunia
                >Materi Khutbah Jumat: Sumber Nilai Islam Sebuah Paradigma

Para ulama rahimahullah sabda Rasulullah SAW yang berbunyi “perbanyaklah mengingat yang memutuskan kenikmatan(maksutnya kematian)'' Merupakan kalimat ringkas yang menggabungkan peringatan dan nasehat, maka  orang yang teringat kematian dengan sebenarnya pasti ia tidak akan terlena dengan nikmatnya keindahan dunia yang ia rasakan dan menghalanginya dengan berangan-anganyang tak berujung, serta membuat dia bersikap Zuhud terhadap kenikmatan duia yang semu.
Akan tetapi jiwa yang kosong dan hati yang lupa membutuhkan nasehat yang panjang dan kalimat yang indah. Jika tidak demikian, maka dalam sabda Nabi “Perbanyaklah mengingat yang memutuskan kenikmatan (maksutnya : kematian)” dan Firman Allah SWT yang atinya: “Setiap jiwa pasti akan merasakan mati’ Sudah cukup sebagai nasehat yang utama.

Baca Juga>Sebenarnya Tuhan Itu Ada Atau Tidak
                >Materi Khutbah Jumat: Mencetak Generasi Unggul Penuh Prestasi
                >Khutbah Pertama dan Kedua: Jangan Pernah Tinggalkan Shalat

Ma’aasyiral muslimin,jamaah sholat jum’at rahimakumullah.

Yang perlu menjadi renungan kita bersama,kenapa Rasulullah SAW memerintahkan untuk memperbanyak ingat akan mati.

Yang pertama: Karna mati itu merupakan suatu kepastian Yakni “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya mati” (Q.S.Ali Imran : 185 ), bahwa semua kita pasti meghadapinya walaupun bagaimana kemajuan yang telah dicapai oleh seseorang dibidang Ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran Farmasi sekalipun,mati tetap akan datang menemui kita. Allah dengan tegas berfirman: Q.S. Ann N isa; 78.Yang artinya: “dimanapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada dalam benteng yang tinggi dan kokoh”

Baca Juga>Makna Hakikat Islam Yg Sebenarnya Menurut Bahasa & Istilah
                >Contoh Khutbah Jumat: Hikmah Kontroversi Penciptaan

Itulah sebabnya orang yang bijak sering mengatakan yang disebut hidup itu adalah antrian untuk mati. Kita berada pada antrian itu. Kalau hari ini disekitar kita dalam Masjid yang mulia ini kita menyaksikan keluarga, tetangga kita, kemarin masih keluarga kita tetangga kita, besok juga mungkin masih tetangga kita, maka pada gilirannya mati akan datang juga menemui kita.

Yang kedua: Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk selalu ingat akan mati karna mati akan datang tanpa pemberitahuan, kalau ada yang mengatakan sakit adalah tanda-tanda akan mati bisa benar bisa juga salah, sebab terlalu banyak orang yang sudah berbulan-bulan sakit masuk ruang ICIU, bahkan dokter sampai angkat tangan tak sanggup mengobatinya, kemudian oleh keluarganya dibawa pulang dan diobati dengan obat-obat tradisional di kampung, lalu sehat dan segar kembali. Tetapi tidak sedikit juga pengalaman yang paginya orang itu masih sehat berolah raga, masih ngobrol bersama keluarga, tau-tau kita diberi tahu mati.

Baca Juga>Peranan Alquarn dalam Sains dan Teknologi
                >Khutbah Jumat Terdahsyat: Sikap Seorang Muslim Menghadapi Tahunn Baru

Allah merahasiakan kematian seseorang ? Agar kita senantiasa siap menghadapi kematian. Dan orang yang dikatakan siap menghadapi kematian itu hanyalah mereka yang siap bekal, siap sangu untuk untuk kembali kepada sang KhalikNya yakni Allah Subhanahu wataala. Apa bekal tersebut? Disebutkan Allah dalam firmannya dalam Q.S.197.Yang artinya: Bawalah bekal, karna sesungguhya sebaik-baik bekal adalah bekal Taqwa.

Yang ketiga: Rasulullah SAW memerintahkan kita selalu ingat kematian: karna dibalik kematian itu ada kehidupan lain, kehidupan itu sangat amat berbeda dengan kehidupan dunia yang kita alami sekarang ini. Allah dengan tegas mengingatkan kepada kita dalam Q.S.AS Sajadah: ayat 5 yang artinya;''Dalam suatu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.''.
Kita dapat membayangkan satu hari kehidupan akhirat sama lamanya dengan 1000 tahun kehidupan  dunia, Masyaa Allah Na’uudzubillah min dzalik bila ada dosa kita lantaran dosa tersebut kita  dimasukkan dalam api Neraka terlebih dahulu, baru masuk kesorganya. Na’uudzubillah min dzalik. Tsumma Na’uudzubillah min dzalik.

Ya Allah peliharalah aku, selamatkanlah aku dari siksaMu. Mudah-mudahan Teks Khutbah Jumat Singkat Padat dan Jelas Mengingat Kematian Dan Menyiapkan Diri Untuk Menghadapinya yang singkat ini akan mengingatkan kita dan menyadarkan kita kemana sesungguhnya perjalanan hidup ini yang dengan sendirinya akan memacu kita mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya buat meraih kebahagiaan  hidup yang hakiki diahirat nanti Amin Ya Robbal 'Aalamin.

Subscribe to receive free email updates: