Materi Khutbah Jumat yang Singkat Tentang Ukhuwwah Islamiyyah


<Materi Khutbah Jumat yang Singkat Tentang Ukhuwwah Islamiyyah> Kata ukhuwwah termasuk dari sekian banyak istilah agama yang sering terdengar dan menjadi tema bahasan yang sering kali dianggap mudah dibicarakan namun tidak gampang direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih sering kata ini diikat dengan kata islamiyyah (ukhuwwah islamiyyah) namun kadang ada yang memberinya sifat dengan kata imaniyyah (Ukhuwwah Imaniyyah), dalam hal ini kita tidak membedakan kedua istilah tersebut, karena yang kita harapkan dari salah satunya adalah makna yang tercakup dari kedua istilah tersebut.

Hadirin Rahimakumullah

Banyak alasan yang melandasi seseorang untuk melakukan jalinan hubungan baik dengan sesamanya; karena alasan satu suku, satu almamater, satu profesi dan lain sebagainya. Ketika hubungan diantara mereka semakin dekat dan tali batin diantara mereka semakin kuat maka mereka nerasa seakan ada hubungan persaudaraan. Apakah hubungan persaudaraan dengan landasan seperti ini yang diharapkan oleh islam ? Apakah islam memberikan arahan lain yang akan membuat hubungan persaudaraan diantara mereka jauh lebih kuat, lebih berkah dan lebih langgeng?

Ukhuwwah islamiyyah yang diharapkan terjadi adalah sebuah ikatan persaudaraan yang landasan utamanya adalah keimanan kepada Allah swt. Bisa jadi ikatan yang terbentuk diantara mereka secara formal, karena satu dari sekian banyak alasan; satu suku, satu profesi, satu organisasi dan lain sebagainya. Namun diatas semua itu pribadi mukmin yang baik memiliki bingkai yang jauh lebih luas yaitu alasan karena keimanan kepada Allah. Oleh karena itu pertemanan, persahabatan, atau kadang disebut dengan persaudaraan jika landasannya hanya murni alasan dunia bukan karena keimanan kepada Allah SWT akan sangat berbeda dengan persaudaraan karena Allah, karena keimanan kepada-Nya.
http://aang-zaeni.blogspot.com/2017/03/materi-khutbah-jumat-yang-singkat.html

Demikian ini adalah keistimewaan ukhuwah islamiyyah yang membedakan dengan persaudaraan atas nama apapun yang selain Allah swt;

Baca Juga : Adab-Adab Khutbah Jumat Dan Contohnya

Pertama : Landasan Utamanya adalah Keimanan

Dalam salah satu firman-Nya Allah swt menyeru kepada manusia :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. ( Al-Hujurat : 13)
Namun bagi mereka yang menjunjung tinggi ukhuwah islamiyyah maka dalam diri mereka telah lebur segala alasan suku bahkan bangsa dalam membina persaudaraan, maka yang jadi landasan persaudaraan mereka adalah keimanan kepada Allah semata. Dalam sabdanya Rasulullah saw bersabda :
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Rabb kalian adalah satu, sesungguhnya ayah kalian adalah satu, tidak ada keutamaan lebih bagi orang arab atas non arab, tidak juga bagi yang berkulit putih atas yang berkulit hitam kecuali dengan ketakwaaan” (HR. Thabrani).
Demikian Rasululullah mengajarkan, bahwa diatas segala alasan yang ada maka hanya takwalah yang menentukanketingggian dan keutamaan dimata Islam. Maka ikatan selain iman dan ketaqwaan kepada Allah swt dalam sebuah persaudaraan tidak akan menjadikan persaudaraan itu mulia disisi-Nya.

Kedua : Tujuan dan targetnya adalah ‘Ta`awun `alal birri’.

Allah swt menitahkan kepada kita untuk saling tolong-menolong, bahu membahu dalam melakukan kebajikan, dalam mewujudkan kebaikan. “Dan saling bahu-membahulah kalian dalan kebajikan dan taqwa”. Inilah yang menjadi target ukhuwah islamiyyah, bahwa mereka bertemu atas nama Allah dan kemudian pertemuan dan persaudaraan itu melahirkan kejasama dalam melakukan kebaikan bukan sebaliknya. Dalam hadits yang disepakati keshahihannya oleh Imam Bukhori dan Muslim, Rasulullah saw bersabda: “Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya bagaikan satu bangunan, satu dengan yang lainnya saling mengokohkan”. Inilah gambaran yang sangat jelas bahwa persaudaraan mereka demi melakukan kerja sama dalam kebaikan.
Ketiga : Saling Memberi Pertolongan dan Nasehat

Ukhuwah islamiyyah yang mempertemukan sesama mukmin akan membuat mereka terdorong untuk saling memberi pertolongan baik dikala seorang saudara sedang terdhalimi atau bahkan sedang berbuat dholim. Rasulullah saw bersadba : “Tolonglah saudaramu yang sedang berbuat zhalim atau sedang terzhalimi “ (HR. Bukhori). Maka ketika sahabat meminta kejelasan sabda beliau, bahwa yang terzhalimi wajar untuk ditolong sedang yang berbuat zhalim apa perlunya memberikan pertolongan kepadanya dan bagaimana caranya. Maka Rasulullah SAW memberikan arahan bahwa cara menolongnya adalah dengan mencegahnya untuk melakukan kezhaliman. Dan pada hadits yang lain beliau juga menyampaikan bahwa “Dien itu adalah nasehat”

Keempat : Hubungan yang langgeng sampai di Akherat

Dalam salah satu firman-Nya Allah swt menyatakan :“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa” (QS. Az-Zukhruf : ) ayat ini memberikan pemahaman bahwa kelah semua yang berteman, bersahabat di akherat akan saling terpisah hanya orang-orang yang bertemu dengan landasan iman dan ketaqwaan kepada Allah swt akan tetap bisa saling bertemu.

Dalam satu riwayat hadits yang termaktub dalam Shahih Sunan Ibnu Majah lil-Albaniy, tersebut sebuah hadits yang menunjukkan bahwa kelak akan terjadi mujadalah yang hebat antara orang-orang yang berada di syurga dengan Allah, mereka adalah para penghuni syurga yang merasa kecarian sebagian teman-temannya dulu di dunia. mereka menyampaikan keluhan kepada Allah “.. Tuhan kami… saudara-saudara kami , dulu mereka sholat bersama kami, berpuasa bersama kami, berhaji bersama kami, Apakah Engkau memasukkan mereka ke dalam neraka ? maka Allah berfirman : Pergilah.. Keluarkanlah dari mereka yang kalian kenali …” maka kemudian dikeluarkanlah mereka dari meraka yang didalam hati mereka masih ada iman.

Demikianlah gambaran kelanggengan hubungan ukhuwah islamiyyah yang masih terbawa sampai dikaherat. Oleh karena itu jamaah sekalian. Mungkin kita memiliki beragam ikatan yang mempertemukan kita dengan orang lain; hubungan kekerabatan, suku, kebangsaan dan lain sebagainya, maka jangan sampai itu semua yang mendasari persaudaraan kita, namum naikkanlah kualitas persaudaraan kita dengan ikatan  iman dan ketakwaan sehingga persaudaraan yang terjadi diantara kita tetap akan terjalin sampai dikaherat. Betapa indahnya jika kelak Allah swt memasukkan ke syrga-Nya dan kita masih bisa berjumpa dengan orang-orang yang kita cintai, yang bersaudara dengan kita dengan landasan iman.

Demikian materi khutbah jumat yang singkat ini semoga memberi manfaat kebaikan kepada kita semua.

Subscribe to receive free email updates: