Khutbah Idul Fitri Terbaik Pesan Ramadhan Pada Kehidupan Kita

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illallah Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahi al-Hamdu.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah !

Sejak tadi malam telah berkumandang alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang telah kita peroleh setelah menjalankan  ibadah  puasa Ramadhan tahun  1433 H selama satu bulan penuh. Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati sebagai pengakuan  atas  kebesaran dan keagungan Allah SWT karena selain Allah  semuanya kecil semata. Kalimat  tasbih  dan  tahmid,  kita  tunjukan  untuk  mensucikan Allah dan segenap yang berhubungan  denganNya.

Tidak lupa puji dan syukur kita tunjukkan untuk Rahman dan RahimNya yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hambaNya. Sementara tahlil kita lantunkan untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia-lah Dzat yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Seluruh alam semesta ini tunduk dan patuh kepada perintahNya.

Jamaah Iedul Fitri Rahimakumullah !

Marilah kita senantiasa menjaga dan meningkatkan taqwa kepada Allah. Apalagi Ramadhan  kemarin kita telah berjuang sebulan  penuh  membersihkan  diri kita dihadapan Allah. Kita menahan lapar dan dahaga, untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Marilah  taqwa yang  merupakan  buah  perjuangan ini kita rawat, kita tumbuhkan  dan kita jaga. Inilah  tantangan kita selanjutnya seusai Ramadhan ini. Jika pada bulan Ramadhan kemarin syaitan-syaitan dibelenggu, kini dilepas kembali. Pada Ramadhan kita merasakan suasana yang kondusif untuk beribadah, sekarang ini kita kembali pada tantangan kehidupan sebenarnya. Bila Ramadhan kemarin kita dimudahkan melakukan berbagai amalan untuk mendekat  pada  Allah,  kini  kita  menghadapi berbagai godaan yang bisa menjauhkan dari Allah.
http://aang-zaeni.blogspot.com/2017/05/khutbah-idul-fitri-terbaik-pesan.html

Ibadah shaum di bulan Ramadhan yang baru saja kita laksanakan, sesungguhnya adalah suatu proses pendidikan yang berkelanjutan dan berkesinambungan bagi orang-orang yang beriman yang menghantarkannya  pada  puncak  nilai-nilai  kemanusiaanyang  disebut  dengan  taqwa  ( ). Taqwa inilah indikator utama kemuliaan, indikator utama kebahagiaan dan indikator  utama  kesejahteraan.  Firman-Nya  dalam QS. Al-Hujurat ayat 13.
”Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
Jamaah Iedul Fitri yang dimuliakan Allah SWT !

Dalam bulan suci Ramadhan begitu banyak pelajaran hukum dan hikmah, faedah dan fadhilah yang dapat kita petik untuk menjadi bekal dalam mengarungi kehidupan yang akan datang. Jika bisa diibaratkan, Ramadhan adalah sebuah madrasah, maka 12 jam x 30 hari mulai terbitnya  fajar  hingga terbenamnya  matahari, semula sesuatu yang halal menjadi haram. Makan  dan minum  yang  semula halal bagi manusia di sepanjang hari, maka di bulan Ramadhan menjadi haram. Sementara dari aspek  sosial, semua orang pernah merasa kenyang tetapi tidak semuanya merasakan lapar. Oleh  karena  itu,  ada tiga pesan Ramadhan yang sudah semestinya kita pegang teguh bersama yaitu :
1). Pesan moral atau Tahzibun Nafsi
Artinya, kita harus selalu mawas diri pada musuh terbesar umat manusia, yakni  hawa  nafsu  sebagai musuh yang  sejak  dulu  tidak  pernah berdamai. Rasulullah  saw bersabda jihad yang paling  besar adalah jihad melawan diri sendiri. Di dalam kitab Madzahib fit Tarbiyah diterangkan bahwa di dalam diri setiap manusia terdapat  naluri sejak ia dilahirkan yakni naluri marah, naluri pengetahuan dan naluri syahwat. Dari ketiga naluri ini, yang paling sulit dikendalikan dan dibersihkan adalah naluri syahwat.

Hujjatul Islam,Abu Hamid Al-Ghazali berkata bahwa pada  diri manusia terdapat empat sifat, tiga sifat berpotensi untuk mencelakakan manusia dan satu sifat berpotensi mengantarkan manusia menuju pintu kebahagiaan. Sifat tersebut adalah: Pertama, sifat kebinatangan,tanda-tandanya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan tanpa rasa malu. Kedua, sifat buas tanda-tandanya banyaknya kedzaliman dan sedikit keadilan. Yang kuat selalu menang sedangkan yang lemah selalu kalah meskipun benar. Ketiga, sifat syaithoniah, tanda-tandanya mempertahankan hawa nafsu yang menjatuhkan martabat manusia.

Jika ketiga sifat tersebut diatas lebih dominan atau lebih mewarnai sebuah masyarakat atau bangsa niscaya akan terjadi sebuah perubahan tatanan sosial yang sangat mengkhawatirkan. Dimana keadilan akan tergusur oleh kedzalimandan kesenang_wenangan,  hukum  bisa  dibeli  dengan  rupiah,undang-undang bisa dimanipulasi dan dipesan dengan Dollar, rasanya sulitmembedakan mana yang hibah, gratifikasi dan mana yang suap, penguasa lupa akan tanggung jawabnya, rakyatpun lupa dan tidak sadar akan kewajibannya, seluruh tempat akan dipenuhi oleh keburukan, dan kebaikan akan menjadi sesuatu yang terasing, ketaatan akhirnya dikalahkan oleh kemaksiatan dan seterusnya dan seterusnya.

Sedangkan satu-satunya sifat yang membahagiakan adalah sifat rububiyah yang ditandai dengan\keimanan, ketaqwaan dan kesabaran yang telah kita bina bersama-sama sepanjang bulan Ramadhan. Dengan ketaqwaan yang terus-menerus kita bangun dalam diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, tempat bekerja kita, dan masyarakat serta bangsa kita, insya Allah akan menumbuhkan kesejahteraan dan keberkahan hidup yang senantiasa kita dambakan. Kita  menyadari dan kita akui dengan jujur bahwa saat ini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, keberkahan dan kesejahteraan untuk menuju negara yang baldatun tayyibatun warobun ghoffur masih belum sepenuhnya kita raih. Ini terbukti dari jumlah orang miskin yang semakin banyak, angka pengangguran semakin  tinggi,  jumlah  anak  usia  sekolah  yang  tidak  bisa  sekolah  semakin besar, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak memiliki rumah (tunawisma).

Hadirin Jama’ah Iedul Fitri Rahimakumullah

Memang kondisi semacam ini terasa sangat ironis dan sangat kontradiktif jika dikaitkan dengan kondisi tanah negara kita yang sangat subur, sumber alam yang melimpah ruah (gemah ripah loh jinawi) dan mayoritas penduduknya beragama Islam. Tetapi tentu hal ini tidaklah mengherankan jika dilihat dari ajaran Islam itu sendiri. Didalam Al-Qur'an tidak ada satu ayat pun yang mengkaitkan kesuburan dengan kemakmuran. Artinya negeri yang subur tidak otomatis rakyatnya akan menjadi makmur. Bahkan  kesuburan akan menjadi malapetaka kalau disertai dengan kekufuran terhadap nikmat  Allah  SWT.  Halini sejalan dengan firman Allah pada QS. An-Nahl ayat 112 : Yang Artinya : Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rizkinya melimpah ruah dari segenap  tempat,  tetapi  (penduduk)nya  mengingkari  nikmat-nikmat Allah; oleh karena itu Allah menimpakan kepada mereka  pakaian kelaparan dan ketakutan, disebebabkan apa yang telah mereka perbuat”.

Hadirin Jama’ahIedul Fitri yang dumuliakan Allah SWT

Kemakmuran  dan  kesejahteraan  sesungguhnya  akan  bisa  dibangun  dan diraih  melalui  perilaku  yang  baik,  yang  berdasarkan  iman  dan  taqwa,  seperti kejujuran,  kecerdasan  (intelektual,  spiritual,emosional,  dan sosial),  etos  kerja yang tinggi, etika berusaha dan bekerja yang berdasarkan pada nilai-nilai tauhid dan  kepekaan  sosial  yang  tinggi.  Di  dalam  Al-Qur’an  dan  hadits  banyak digambarkan betapa kejujuran (ash-Shiddiq) akan meraih kebaikan, sebaliknya khianat,   dusta,   korupsi,   membunuhdan   mengambil   hak   orang   lain   akan menghasilkan berbagai macam keburukan. Rasulullah Saw. bersabda:
“Hendaknya  kalian  selalu  berusaha  menjadi  orang  yang  benar  dan jujur,   kerena   kejujuran   akan   melahirkan   kebaikan   (keuntungan-keuntungan).  Dan  kebaikan  akan  menunjukkan  jalan  ke  surga.  Jika seseorang  terus  berusaha  menjadi  orang  yang  jujur,  maka  pasti dicatat oleh Allah sebagai orang yang selalu jujur. Jauhilah dusta dan menipu,  karena  dusta  itu  akan  melahirkan  kejahatan  dan  kejahatanakan  menunjukkan  jalan  ke  neraka.  Jika  seseorang  terus-menerus berdusta,   maka   akan   dicatat   oleh   Allah   sebagai   orang   selalu berdusta.” (HR. Bukhari).
Demikian pula pula firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah ayat 188:
“Dan janganlah  sebagian kamu memakan harta sebagian yang laindiantara  kamu  dengan  cara  bathil,  dan  (janganlah)  kamu  membawa(urusan)   harta  itu  kepada  hakim,  supaya  kamu  dapat  memakan sebagian  daripada  harta  benda  orang  lain  itu  dengan  (jalan  berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui”.
Disamping   etos   kerja atau   budaya   kerja yang   tinggi,   juga menumbuhkan  etika  bekerja  dan  etika  berusaha.  Artinya  hanya  rizki yang  halallah,  baik  substansinya  maupun  cara  mendapatkannya  yang dicari   dan   dilakukannya.   Karena   disadari,   rizki   yang   halal   akan menimbulkan  perilaku  yang  baik,  sebaliknya  rizki  yang  haram  akan menimbulkan   perilaku   yang   buruk.   Allah   berfirman dalam   QS. Al-Baqarah: 168:
“Hai  sekalian  manusia,  makanlah  yang  halal  lagi  baik  dari  apa  yang terdapat  di  bumi,  dan  janganlah  kamu  mengikuti  langkah-langkah  syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw. bersabda:
”Rasulullah Saw. bersabda: ”Setiap daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram, maka neraka lebih pantas baginya”. (al-Hadits).
Orang  yang  dapat  dengan  baik  mengoptimalkan  sifat rububiyah di  dalam jiwanya  niscaya  jalan  hidupnya  disinari  oleh  cahaya  Al-Qur’an, perilakunya dihiasi budi pekerti  yang  luhur dan  santun.  Selanjutnya,  ia akan  menjadi insan muttaqin,  insan  pasca  Ramadhan,  yang    menjadi  harapan  setiap  orang.Insanyang   dalam   hari   raya Iedul   Fitri ini   menampakkan   tiga   hal   sebagai pakaiannya yaitu menahan diri dari hawa nafsu, memberi maaf kepada sesama manusia dan berbuat baik pada sesama manusia.
2). Pesan sosial Ramadhan
Pesan  sosial  Ramadhan  ini  terlukiskan  dengan  indah justru  pada  detik-detik  akhir  Ramadhan dan gerbang  menuju bulan Syawwal.  Dimana,  ketika kita  mengeluarkan  zakat    fitrah  kepada Ashnafuts  Tsamaniyah (delapan kategori  kelompok  masyarakat  yang  berhak  menerima  zakat),  terutama kaum fakir miskin tampak bagaim ana tali silaturrahmi serta semangat untuk berbagi demikian nyata terjadi. Kebuntuan dan kesenjangan komunikasi dan tali  kasih  sayang  yang  sebelumnya  sempat  terlupakan  tiba-tiba  saja  hadir,  baik  di  hati  maupun  dalam  tindakan.  Semangat  zakat  fitrah  ini  melahirkan kesadaran  untuk  tolong  menolong  antara  orang-orang    kaya dan  orang-orang miskin antara orang-orang yang hidup berkecukupan dan orang-orang yang      hidup   kesehariannya   serba   kekurangan,   sejalan   hatinya   sebab “ kullukum  abdillahu”,  kalian  semua  adalah  ummat   Allah. Dalam kesempatan  ini  orang  yang  menerima  zakat  akan  merasa  terbantu  beban hidupnya  sedangkan  yang  memberi  zakat  mendapatkan  jaminan  dari  Allah SWT.
3). Pesan jihad dalam Ramadhan
Jihad  yang  dimaksud  disini  bukanlah  jihad  dalam  pengertian  yang sempit,  yakni  berperang  di  jalan  Allah  akan  tetapi  jihad  dalam  pengertian yang utuh yaitu : Jihad itu mengecilkan arti segala sesuatu yang dimilikinya demi  mendapatkan  keridhoanNya,  mendapatkan  pahala  serta  keselamatan dari siksaNya”.  Pengertian   jihad ini   lebih   komprehensif,   karena   yang   dituju   adalah mengorbankan  segala yang  kita  miliki  baik  tenaga,  harta  benda,  ataupun jiwa kita untuk mencapai keridhoan dari Allah; terutama jihad melawan diri kita  sendiri  yang  disebut  sebagai Jihadul  Akbar,  jihad  yang paling  besar. Dengan demikian,  jihad  akan terus  hidup  di dalam  jiwa  ummat    Islam  baik di  dalam  kondisi  peperangan  maupun  dalam  kondisi  damai.  Jihad  tetap dijalankan.

Jamaah Iedul Fitri Rahimakumullah

Dalam  konteks  masyakat  Indonesia  saat  ini,jihad  yang  kita  butuhkan bukanlah  jihad  mengangkat  senjata,  bukanlah  jihad  merakit  bom  dll.  Akan tetapi  jihad  mengendalikan  diri  dan  mendorong  terciptanya  sebuah  sistim sosial (social  system) yang  bermartabat,  berkeadilan  dan  sejahtera  serta bersendikan atas nilai-nilai agama dan ketaatan kepada Allah SWT.

Saat  ini,  masih  segar  dalam  ingatan  kita  bersama  bagaimana  sekelompok aliran yang mengatas namakan Islam yang mengkampanyekan jihad dengan melakukan pengeboman, kekerasan,  pembunuhan,  aksi-aksi  terror  dll.  Hal ini  perlu  ditekankan  lebih  dalam  bahwa  jihad  seharusnya  dilandasi  dengan niat   yang   baik   dan   di   pimpin   oleh   kepala   pemerintahan,   bukan   oleh sekelompok  atau aliran tertentu. Jangan sampai mengatasnamakan kesucian agama, akan tetapi tidak bisa memberikan garansi bagi kemaslahatan ummat Islam. Islam haruslah didesain dan bergerak pada kemaslahatan  masyarakat demi  mencapai  keridhaan  Allah  dan  kemajuan  ummat.  Pengalaman  pahit salah mengartikan jihad menjadikan Islam dipandang sebagai agama teroris. Padahal  Islam  sebenarnya  adalah  rahmat  bagi  alam  semesta  (rahmatan  lilalamin),  agama  yang  menjunjung  tinggi  nilai-nilai  kemanusiaan,  keadilan dan kedamaian. 

Jamaah Ied Rahimakumullah !

Sehubungan dengan makna jihad tersebut, sebagian sahabat  mendatangi Rasulullah  saw.  Ketika  berjumpa  salah  seorang  dari  mereka  berkata :
“Wahai  Nabi  Allah,  kami  ingin  sekali  mengetahui  bisnis  apa  yang paling  dicintai  oleh  Allah  agar  kami  bisa  menjadikannya  sebagai bisnis kami”.

Kemudian  turunlah Quran Surat.  Ash-Shaff (10)  ayat 12 yang Artinya  :  “Hai  orang-orang  yang  beriman,  sukakah  kamu  aku tunjukkan  suatu  perniagaan  yang  dapat  menyelamatkan  dari  azab 
yang  pedih  ?  yaitu  kamu  beriman  kepada  Allah  dan  RasulNya  dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik    bagimu,    jika    kami    mengetahui.    Niscaya    Allah    akan mengampuni  dosa-dosamu  dan  memasukkanmu  ke  dalam  syurga yang  mengalir  dibawahnya  sungai-sungai,  dan  memasukkan  kamu ketempat   tinggal   yang   baik   di   dalam   syurga   Adnin.   Itulah keberuntungan yang yang sangat besar.

Hadirin Jama’ah ’Iedul Fitri Rahimakumullah

Mudah-mudahan  dengan tiga  pesan  Ramadhan tersebut  di  atas,  yang merupakan proses  peningkatan  ketaqwaan, tidak  hanya  dilakukan  di  bulan Ramadhan saja, akan tetapi dilakukan di bulan Syawal (bulan peningkatan) danseterusnya   sebagi   realisasi bulan   penggemblengan ketaqwaan   yang   pada akhirnya dapat diwujudkan pribadi-pribadi yang taqwa Akhirnya,  marilah  kita  mengikrarkan  permohonan  maaf  kita  kepada  diri kita sendiri,  sebelum  kita  meminta  maaf  kepada  orang  tua  kita, para  tetangga dekat, saudara saudara dekat kita, guru-guru kita, atasan atau bawahan kita, juga antar sesama kita dengan mengucapkan:

Selamat  Idul  fitri,  wahai  mataku,  telingaku,  mulutku,  tanganku,  kakiku, akal  budiku  Maafkanlah  aku  karena  selama  ini  kau  hanya  aku  gunakan  untuk melihat,  mendengar,  memakan,  memegang,  melangkah,  memikirkan  sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.

Selamat  Idul  fitri  wahai  diriku,  marilah  menjadi  manusia  yang paripurna untuk mengabdi kepada Allah SWT.

Hadirin Jama’ah ’Iedul Fitri Rahimakumullah !

Menyambung  ibadah  dengan  ibadah  adalah  suatu  kemuliaan.  Berpuasa  dibulan suci Ramadhan telah berlalu, namun dianjurkan bagi setiap muslim untuk berpuasa dibulan syawwal sebanyak 6 hari. Sebagaaimana sabda  Rasulullah ;
“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu berpuasa  6  hari pada  bulan  Syawal,  maka  seakan-akan ia telah berpuasa setahun lamanya”. HR. Muslim
Pelaksanaannya  dapat  dilakukan  berturut-turut  atau  berpisah-pisah.  Bagi yang  memiliki  utang  puasa  Ramadhan,  maka  sebaiknya  ia  mengganti  terlebih dahulu  puasa  itu,  lalu  berpuasa  6  hari  bulan  Syawal,  kecuali  jika  waktu  untuk berpuasa  tidak  mencukupi  semuanya,  maka  dibolehkan  berpuasa  Syawal  dan mengganti utang puasa Ramadhan pada bulan-bulan berikutnya.

Akhirnya marilah kita sudahi ibadah shalat Iedul fitrikita dengan berdoa :

Ya  Allah,  ampunilah  dosa  kaum  muslimin  danmuslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yangmasih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

Ya  Allah,  tolonglah  kami,  sesungguhnya Engkau  adalah  sebaik-baik  pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberikemenangan.  Ampunilah  kami,  sesungguhnya  Engkau  adalah  sebaik-baik  pemberi pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat.  Berilah  kami  rizki  sesungguhnya  Engkau  adalah  sebaik-baik  pemberi  rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.

Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan  kami.  Perbaiki  dunia  kami  untuk  kami  yang  ia  menjadi  tempat  hidup  kami. Perbikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai  tambahan  bagi  kami  dalam  setiap  kebaikan  dan  jadikan  kematian  kamise bagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.

Ya  Allah,  anugerahkan  kepada  kami  rasa  takut  kepada-Mu  yang  membatasi  antara  kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami kesurga-Mu  dan  anugerahkan  pula  keyakinan  yang  akan  menyebabkan  ringan  bagi  kami  segala musibah  di  dunia  ini. Ya  Allah,  anugerahkan  kepada  kami  kenikmatan  melalui  pendengaran, penglihatan  dan  kekuatan  selamakami  masih  hidup  dan  jadikanlah  ia  warisan  bagi  kami.  Dan jangan  Engkau jadikan  musibah  atas  kami  dalam  urusan  agama  kami  dan  janganlah  Engkau jadikan  dunia  ini  cita-cita  kami  terbesar  dan  puncak  dari  ilmu  kami  dan  jangan  jadikan  berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik diakhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

Wassalam mualaikum Wr Wb

Subscribe to receive free email updates: