Khutbah Jumat Tahun Baru Masehi NU: Perayaan Tahun Baru 1 Januari Menurut Islam

Khutbah Jumat Tahun Baru Masehi NU: Perayaan Tahun Baru 1 Januari Menurut Islam 

إِنَّ الحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَعينُهُ وَنَسْتَهْديهِ وَنَشْكُرُهُ، وَنَعوذُ بِاللهِ مِنْ شُرورِ أَنْفُسِنا وَمِنْ سَيِّئاتِ أَعْمالِنا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ وَلا مَثيلَ ولا شَبِيهَ وَلا ضِدَّ وَلا نِدَّ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا وَحَبِيبَنا وَعَظِيمَنا وَقائِدَنا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسولُهُ وَصَفِيُّهُ وَحَبِيبُهُ مَنْ بَعَثَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْعالَمينَ هادِيًا وَمُبَشِّرًا وَنَذيرًا

الَلَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى حَبِيْبِناَ المُصْطَفَى، مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، الَّذِّي بَلَّغَ الرِّسَالَةْ، وَأَدَّى الأَمَانَةْ، وَنَصَحَ الأُمَّةْ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعاَ اِلَى اللهِ بِدَعْوَتِهِ، وَجاَهَدَ فِيْ اللهِ حَقَّ جِهاَدِهِ.

أَمَّا بَعْدُ؛ مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ أَرْشَدَكُمُ اللهُ – أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قال الله تعالى اعوذ بالله من الشيطان الرجيم – يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Ma'aasyiral Muslimin Rahimakumullah
                                                                   
Marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Alloh. SWT. Dengan menjalankan perintah-perintahnya, dan menjauhi larangan-larangannya, baik dalam keadaan senang atau susah, mudah maupun sulit, sendirian ataupun ditengah orang banyak. Karena taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menjalani kehidupan didunia maupun di akhirat.

Ma'aasyiral Muslimin Rahimakumullah

Bagi orang yang diberikan bashiroh (pemahaman mendalam) terhadap Keadaan agama Alloh sekarang ini, dia akan mengetahui dengan jelas upaya keras yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk menghapus, mengaburkan  dan memadamkan cahaya kebenaran islam

Dengan melalui berbagai cara dan sarana yang memungkinkan, musuh-musuh Islam bekerja keras dalam menebarkan syubhat dan keraguan terhadap kebenaran islam sehingga banyak orang sulit melihat mana yang benar dan mana yang salah, mana yang haq dan mana yang bathil
https://aang-zaeni.blogspot.com/2018/01/khutbah-jumat-tahun-baru-masehi-nu.html

Citra Islam sebagai agama pembawa pesan-pesan ilahiyah yang agung mereka sembunyikan dari media masa, sementara kelakuan buruk segelintir orang islam mereka sebarkan siang malam, tujuannya agar umat islam malu menampakkan islamnya, agar orang islam tidak punya izzah lagi menjadikan islam sebagai aturan hidupnya. Semua itu dilakukan musuh-musuh islam tujuan akhirnya adalah menjadikan orang islam menjadi kafir seperti mereka.

firman Allah SWT.

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat ‎mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, ‎karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata ‎bagi mereka kebenaran" [Al-Baqarah : 109]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ‎


"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang ‎yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang ‎‎(kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi" [Ali-‎Imran : 149]

‎Akan tetapi meskipun demikian, Allah SWT telah berjanji untuk ‎mejaga dienNya dan kitabNya Dengan munculnya orang-orang yang gigih ‎mempertahankan agama Allah SWT ini dari serangan-serangan musuh islam. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga telah memberitakan bahwa ‎akan selalu muncul suatu golongan dari umatnya yang berjalan di ‎atas al-haq, tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan ‎mereka ataupun menentang mereka hingga terjadi hari Kiamat. ‎

Semoga Alloh menjadikan kita dan saudara-saudara kita kaum ‎Muslimin termasuk dari golongan tersebut, golongan yang senantiasa tegak dan berada digaris depan dalam menjaga agama Allah. Dari serangan orang-orang kafir yang hendak menghancurkan islam dan kaum muslimin

Ma'aasyiral Muslimin Rahimakumullah

Beberapa hari lagi akan datang pergantian tahun dari 2017-2118. Banyak kaum muslimin selama ini ikut merayakan hari natal dan tahun baru karena mereka banyak yang belum tahu sejarah dan hukum merayakan/menyambut tahun baru, maka melalui khutbah ini kami sampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan hari natal dan tahun baru

Bahwa merayakan tahun baru masehi adalah bukan tradisi dari ajaran Islam. Meskipun jutaan atau miliaran umat Islam di dunia ini merayakan tahun baru masehi dengan sukacita dan lupa diri larut dalam gemerlap pesta kembang api atau melibatkan diri dalam hiburan berbalut maksiat tetap aja nggak lantas menjadikan perayaan jadi boleh atau halal.

Sebab, ukurannya bukanlah banyak atau sedikitnya yang melakukan, tapi patokannya kepada syariat. Kalau syariat mengatakan haram, maka tetap haram meskipun banyak orang, dan pemerintah memperbolehkan

Ma'aasyiral Muslimin Rahimakumullah

Tahun baru masehi itu sebenarnya berhubungan dengan keyakinan agama Nasrani , orang pertama yang membuat penanggalan kalender adalah seorang kaisar Romawi yang terkenal bernama Gaisus Julius Caesar. Itu dibuat pada tahun 45 SM jika mengunakan standar tahun yang dihitung mundur dari kelahiran Yesus Kristus. Tapi pada perkembangannya, ada seorang pendeta Nasrani yang bernama Dionisius yang kemudian memanfaatkan penemuan kalender dari Julius Caesar ini untuk diadopsi sebagai penanggalan yang didasarkan pada tahun kelahiran Yesus Kristus.

Pope (Paus) Gregory III kemudian memoles kalender yang sebelumnya dengan beberapa modifikasi dan kemudian mengukuhkannya sebagai sistem penanggalan yang harus digunakan oleh seluruh bangsa Eropa, bahkan kini di seluruh negara di dunia dan berlaku umum bagi siapa saja. Kalender Gregorian yang kita kenal sebagai kalender masehi dibuat berdasarkan kelahiran Yesus Kristus dalam keyakinan Nasrani. demikian keterangan dalam kamus Encarta.

Ma'aasyiral Muslimin Rahimakumullah

Di jaman Romawi, pesta tahun baru adalah untuk menghormati Dewa Janus. Kemudian perayaan ini terus dilestarikan dan menyebar ke Eropa (abad permulaan Masehi). Seiring muncul dan berkembangnya agama Nasrani, akhirnya perayaan ini diwajibkan oleh para pemimpin gereja sebagai satu perayaan “suci” sepaket dengan Natal. Itulah sebabnya mengapa kalo ucapan Natal dan Tahun baru dijadikan satu: Merry Christmas and Happy New Year.

Nah, jadi sangat jelas bahwa apa yang ada saat ini, merayakan tahun baru masehi adalah bukan berasal dari budaya kita, kaum muslimin. Tapi sangat erat dengan keyakinan dan ibadah kaum Nasrani. Di antara ayat yang menyebutkan secara khusus larangan menyerupai hari-hari besar mereka adalah firman Allah Swt:

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ

“Dan orang-orang yang tidak memberikan perasaksian palsu” (QS al-Furqaan [25]: 72)

Ayat ini berkaitan dengan salah satu sifat para hamba Allah yang beriman. Ulama-ulama Salaf seperti Ibnu Sirin, Mujahid dan ar-Rabi’ bin Anas menafsirkan kata “az-Zuura” (di dalam ayat tersebut) sebagai hari-hari besar orang kafir. Itu artinya, kalau sampai seorang muslim merayakan tahun baru masehi berarti melakukan persaksian palsu terhadap hari-hari besar orang kafir. Naudzubillahi min dzalik.

Ma'aasyiral Muslimin Rahimakumullah

Bagaimana hukum merayakan/ikut merayakan tahun baru masehi hukumnya adalah haram dengan alasan sebagai berikut:
  • Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Ibadah Orang Kafir
Bahwa perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan para pemeluk agama bangsa-bangsa di Eropa, baik yang Nasrani atau pun agama lainnya.

Sejak masuknya ajaran agama Nasrani ke eropa, beragam budaya paganis (keberhalaan) masuk juga ke dalam ajaran itu. Salah satunya adalah perayaan malam tahun baru. Bahkan menjadi satu kesatuan dengan perayaan Natal yang dipercaya secara salah oleh bangsa Eropa sebagai hari lahir nabi Isa.

Walhasil, perayaan malam tahun baru masehi itu adalah perayaan hari besar agama kafir. Maka hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam.
  • Perayaan Malam Tahun Baru Menyerupai Orang Kafir
Meski barangkali ada yang berpendapat bahwa perayaan malam tahun tergantung niatnya, namun paling tidak seorang muslim yang merayakan datangnya malam tahun baru itu sudah menyerupai ibadah orang kafir. Dan sekedar menyerupai itu pun sudah haram hukumnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

من تشبه بقوم فهو منهم

Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka. Artinya hadis ini bahwa memakai atribut-atribut khas orang-orang kafir adalah haram
  • Perayaan Malam Tahun Baru Penuh Maksiat
Sulit dipungkiri bahwa kebanyakan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, berzina, tertawa dan hura-hura. Bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia.

Maka mengharamkan perayaan malam tahun baru buat umat Islam adalah upaya untuk mencegah dan melindungi umat Islam dari pengaruh buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat.
  • Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Bidah
Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah syariat yang lengkap dan sudah tuntas. Tidak ada lagi yang tertinggal.

Sedangkan fenomena sebagian umat Islam yang mengadakan perayaan malam tahun baru masehi di masjid-masijd dengan melakukan shalat malam berjamaah, tanpa alasan lain kecuali karena datangnya malam tahun baru, adalah sebuah perbuatan bid’ah yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW, para shahabat dan salafus shalih.

Maka hukumnya bid’ah bila khusus untuk even malam tahun baru digelar ibadah ritual tertentu, seperti qiyamullail, doa bersama, istighatsah, renungan malam, tafakkur alam, atau ibadah mahdhah lainnya. Karena tidak ada landasan syar’inya.

Ma'aasyiral Muslimin Rahimakumullah

Ummat Islam tidak dapat dibenarkan (haram) mengikuti peringatan hari Natal, atau ikut serta dalam pelaksanaannya semoga Allah SWT senantiasa memelihara keimanan kita dan memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita bersama. Amien.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذينَ قالُوا إِنَّ اللهَ هُوَ الْمَسيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَ قالَ الْمَسيحُ يا بَني‏ إِسْرائيلَ اعْبُدُوا اللهَ رَبِّي وَ رَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَ مَأْواهُ النَّارُ وَ ما لِلظَّالِمينَ مِنْ أَنْصارٍ (المائدة 72 73

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah adalah al-Masih putra Maryam", padahal al-Masih (sendiri) berkata, "Hai Bani Isra'il, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun."

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم إنه تعالى جواد كريم ملك رؤوف رحيم إنه هو السميع العليم .

Subscribe to receive free email updates: