Penemuan Kota Sodom Kaum Nabi Luth

Pendahuluan

Assalamualaikum wr.wb
Alhamdulillah penulis masih diberi kesempatan Allah untuk berbagi ilmu kepada saudara-saudaraku yang dirahmati Allah pula. Pada bab ini penulis akan memaparkan bukti arkeologis tentang sebuah peradaban yang pernah di azab oleh Allah, Karna kemaksiatan yang pernah mereka lakukan. Mungkin saudaraku sekalian pernah mendengar kata sodom? sodom adalah kota dimana Nabi Luth AS (al-Quran) atau lot (alkitab) pernah melakukan dakwahnya, akan tetapi penduduk kota itu amat ingkar dan menolak apa yang di dakwahkan oleh Nabi Luth, merekajuga  melakukan praktek homoseksual. Sehingga Allah mengazab kota itu dengan menghujani mereka dengan api dan batu. istilah perbendaharaan kata saat ini pun juga terpengaruh dari kejadian tersebut, Praktek homoseksual saat ini kerap disebut juga dengan sodomi. Lalu dimanakah letak kota sodom ini? apa bukti di tempat itu kalau Allah pernah mengazabnya? mari kita kaji bersama-sama tentang Penemuan Kota Sodom Kaum Nabi Luth.

Pembahasan

Sodom dan gomora dalam beberapa bahasa :

(bahasa Arab: سدوم Sadūm,
bahasa Ibrani: סְדוֹם,
Standar Sədom
Tiberias Səḏôm,
Bahasa Yunani: Σόδομα Sódoma) dan
Amora (bahasa Arab: عمورة ʿAmūrah,
bahasa Ibrani:עֲמוֹרָה,
Standar ʿAmora
Tiberias Ġəmôrāh Ămôrāh,
bahasa Yunani: Γόμορρα Gómorra) atau
Gomora (bahasa Ibrani: עֲמוֹרָה
,Standar ʿAmora
Tiberias Ġəmôrāh/ʿĂmôrāh), dan
bahasa Inggris Gomorrah.

Penelitian arkeologis mendapatkan keterangan, kota Sodom semula berada di tepi Laut Mati (Danau Luth) yang terletak memanjang di antara perbatasan Israel-Yordania. Terdapat bekas gempa vulkanis yang diikuti oleh letusan lava. Al-Qur’an menyinggung kejadian itu dalam Surat Huud ayat 82 :

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ [هود: 82]

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,”

Dalam ayat tersebut Allah menggunakan kata (yang di atas ke bawah), ini menandakan bahwa Allah memang menjungkir balikkan kota itu, hal itu diperkuat oleh temuan ilmuwan. dalam segala kemungkinannya bermakna daerah tersebut hancur oleh gempa bumi dashyat.

Menurut siaran BBC berjudul ”Ilmuwan Mengungkap Tamatnya Riwayat Kota Sodom“, geolog asal Inggris, Graham Harris, termasuk ilmuwan yang menemukan bukti meyakinkan tentang hal ini. Menurutnya, Sodom dibangun di pesisir Laut Mati dan penduduknya berdagang aspal yang tersedia di wilayah tersebut. Zat hitam lengket ini di masa lalu digunakan sebagai pelapis tahan air pada perahu dan perekat bebatuan pada bangunan. Daerah pemukiman yang tepat di pesisir Laut Mati ini, juga berdiri di atas dataran yang mudah guncang. Ini adalah titik bertemunya 2 lempengan tektonik yang bergerak berlawanan arah. Ini adalah zona gempa bumi! Lapisan lahar dan batu basal yang ditemukan selama penggalian adalah bukti terkuat telah terjadinya letusan gunung berapi dan gempa bumi di sini.

Peristiwa yang digambarkan Al Quran dengan kalimat “Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi” besar kemungkinannya sebagai letusan gunung berapi. Peristiwa tersebut dilukiskan oleh ayat yang sama dalam kalimat “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah” sangat mungkin merujuk pada pecahan dan penghancuran akibat gempa bumi. Di bawah pesisir Laut Mati terdapat sejumlah besar timbunan kantung-kantung gas metana mudah terbakar. Gempa bumi pastilah telah mengguncangnya dan menjadikannya terbakar. Permukaan tanah lalu berubah menjadi pasir hanyut, dan longsor besar menenggelamkan kota tersebut ke dalam air.
https://aang-zaeni.blogspot.com/2018/03/penemuan-kota-sodom-kaum-nabi-luth.html

Hasil penelitian ilmiah kontemporer menjelaskan, bencana itu dapat terjadi karena daerah Lembah Siddim, yang di dalamnya terdapat kota Sodom dan Gomorah, merupakan daerah patahan atau titik bertemunya dua lempengan kerak bumi yang bergerak berlawanan arah. Patahan itu berawal dari tepi Gunung Taurus, memanjang ke pantai selatan Laut Mati dan berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba dan terus melintasi Laut Merah, hingga berakhir di Afrika.

Biasanya, bila dua lempengan kerak bumi ini bergeser di daerah patahan maka akan menimbulkan gempa bumi dahsyat yang diikuti dengan tsunami (gelombang laut yang sangat besar) yang menyapu kawasan pesisir pantai. Juga biasa diikuti dengan letusan lava/lahar panas dari perut bumi. Hal seperti itu pula yang terjadi pada kota Sodom, sebagaimana diungkap peneliti Jerman, Werner Keller, “Bersamaan dengan dasar dari retakan yang lebar ini yang terjadi secara seksama di daerah ini, Lembah Siddim, termasuk Sodom dan Gomorah, terjerumus secara seketika (dalam waktu satu hari) ke dalam jurang yang sangat dalam. Kehancuran tersebut terjadi melalui sebuah peristiwa gempa bumi hebat yang mungkin disertai dengan letusan, petir dan keluarnya gas alam serta terjadinya lautan api yang dahsyat. Pergeseran patahan membangkitkan tenaga vulkanik (berupa gempa) yang telah lama tertidur sepanjang patahan.”

Dengan keterangan ilmiah tersebut dapat direkonstruksi kembali bagaimana adzab Allah itu menimpa ummat Nabi Luth yang ingkar kepada-Nya. Bencana itu didahului dengan sebuah gempa yang menyebabkan tanah menjadi merekah. Dari rekahan itu muncul semburan lahar panas yang menghujani penduduk kota Sodom. Di bawah pesisir Laut Mati juga terdapat sejumlah besar timbunan kantung-kantung gas metana mudah terbakar. Kemungkinan besar, letusan lava serta semburan gas metana itulah yang Allah maksudkan dalam Al-Qur’an dengan hujan batu dari tanah yang terbakar. Bencana itu diakhiri dengan terjunnya kota Sodom bersama penduduknya ke dalam Laut Mati.

Pendapat itu terkuatkan penemuan para peneliti yang menemukan kerusakan parah pada rangka manusia yang berhasil digali, hal itu menandakan telah terjadinya gempa bumi dahsyat. Serangkaian percobaan ilmiah di Universitas Cambridge membenarkan teori ini. Para ilmuwan membangun tiruan tempat berdiamnya kaum Luth di laboratorium, lalu mengguncangnya dengan gempa buatan. Sesuai perkiraan, dataran ini terbenam dan miniatur rumah tergelincir masuk lalu terbenam di dalamnya.

Penemuan arkeologis dan percobaan ilmiah ini mengungkap satu kenyataan penting, bahwa kaum Luth yang disebutkan Al-Qur’an memang pernah hidup di masa lalu, kemudian mereka punah diazab Allah akibat kebejatan moral mereka. Semua bukti terjadinya bencana itu kini telah terungkap dan sesuai benar dengan pemaparan Al Qur’an Tragedi di Balik Laut Mati Kaum Luth yang telah mendustakan ancaman-ancaman (Nabinya).

إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ حَاصِبًا إِلَّآ ءَالَ لُوطٖۖ نَّجَّيۡنَٰهُم بِسَحَرٖ ٣٤ [سورة الـقمـر,٣٤]

Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing [Al Qamar34]

Dosa apa yang telah dilakukan kaum Nabi Luth ? al-Qur’an menjawab dalam QS. Asy Syu’araa’, 26:161-166.

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ (161) إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ (162) فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ (163) وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ (164) أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ(165) وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ [الشعراء:161–166]

Ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa?” Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas. (QS. Asy Syu’araa’, 26:161-166.)

Ilmu pengetahuan moderen mengungkapkan pengaruh buruk homoseksualitas ditinjau dari segi medis :
  • Benci terhadap wanita
Kaum Luth berpaling dari wanita dan kadang bisa sampai tidak mampu untuk menggauli mereka. Oleh karena itu, hilanglah tujuan pernikahan untuk memperbanyak keturunan. Seandainya pun seorang homo itu bisa menikah, maka istrinya akan menjadi korbannya, tidak mendapatkan ketenangan, kasih sayang, dan balas kasih. Hidupnya tersiksa, bersuami tetapi seolah tidak bersuami.
  • Efek Terhadap Syaraf
Kebiasaan jelek ini mempengaruhi kejiwaan dan memberikan efek yang sangat kuat pada syaraf. Sebagai akibatnya dia merasa seolah dirinya diciptakan bukan sebagai laki-laki, yang pada akhirnya perasaan itu membawanya kepada penyelewengan. Dia merasa cenderung dengan orang yang sejenis dengannya.
  • Efek terhadap otak
  • Menyebabkan pelakunya menjadi pemurung
  • Seorang homoseks selalu merasa tidak puas dengan pelampiasan hawa nafsunya.
  • Hubungan homoseksual dengan kejelekan akhlaq
Kita dapatkan mereka jelek perangai dan tabiatnya. Mereka hampir tidak bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, yang mulia dan yang hina.
  • Melemahkan organ tubuh yang kuat dan bisa menghancurkannya. Karena organ-organ tubuhnya telah rusak, maka didapati mereka sering tidak sadar setelah mengeluarkan air seni dan mengeluarkan kotoran dari duburnya tanpa terasa.
  • Hubungan homoseksual dengan kesehatan umum.
Mereka terancam oleh berbagai macam penyakit. Hal ini disebabkan karena merasa lemah mental dan depresi.
  • Pengaruh terhadap organ peranakan.
Homoseksual dapat melemahkan sumber-sumber utama pengeluaran mani dan membunuh sperma sehingga akan menyebabkan kemandulan
  • Dapat meyebabkan penyakit thypus dan disentri
  • Spilis, penyakit ini tidak muncul kecuali karena penyimpangan hubungan sek
  • Kencing nanah
  • AIDS, para ahli mengatakan bahwa 95% pengidap penyakit ini adalah kaum homoseks
Beberapa reruntuhan dari kota yang terkubur di dalam danau, ditemukan di tepian danau. Peninggalan tersebut menunjukkan bahwa kaum Luth telah memiliki standar hidup yang cukup tinggi.

Jejak-jejak dari danau Lut akan nampak kentara. Jika seseorang bersampan melintasi Danau Lut ke titik paling Utara dan sang Surya sedang bersinar tepat diarahnya, maka ia akan melihat sesuatu yang menakjubkan. Dari kejauhan pantai akan nampak secara jelas dibawah permukaan air segaris bentuk hutan yang secara luarbiasa diawetkan oleh kandungan garam yang tinggi dari Laut Mati. Batang pepohonan dan akar-akaran didalam kilauan air yang hijau nampaklah sangat kuno. Lembah Siddim dimana pepohonan ini dahulu daunnya pernah bermekaran menutupi batang dan rantingnya adalah merupakan salah satu lokasi yang paling indah didaerah ini. Lembaga Geografi nasional Amerika Serikat (National Geographic) pada Desember 1957 menyatakan sebagai berikut :
“Gunung Sodom, merupakan tanah gersang dan tandus muncul secara mendadak diatas Laut Mati. Tidak ada seorangpun yang pernah menemukan kota Sodom dan Gomorah yang dihancurkan, namum para ilmuwan percaya bahwa kota ini dahulunya berada di lembah Siddim yang terletak melintang disepanjang tepian tebing jurang terjal ini. Kemungkinan air bah dari Laut Mati yang menelan mereka yang disertai dengan gempa bumi“.

Kesimpulan

Cerita yang terdapat dalam kitab suci al-Quran bukanlah dongeng atau cerita karangan semata, namun cerita itu memang ada dan benar-benar terjadi. Kita dapat membuktikanya melalui ilmu modern yang saat ini kita miliki, melalui berbagai kegiatan penelitian dan penggalian di lokasi kejadian. Banyak dari para ilmuwan yang mengatakan bahwa pada zaman itu, teknologi dan cara hidup mereka sudah sangat maju dan sangat berkembang pesat, hal itu dapat dilihat dari hasil kebudayaan berupa struktur bangunan, dan kerajinan tangan yang masih tersisa di bekas- bekas reruntuhan. Namun, kota yang sedemikian majunya ini hancur, akibat kebrobokan mental mereka sendiri. Al-Quran meriwayatkan kisah ini agar kita dapat mengambil hikmah serta amanat yang terkandung dalam kisah ini, baik itu hikmah yang tersirat maupun tersurat.

Penutup

Semoga Allah mengampuni dosa kita, dosa setiap hambanya yang masih mempercayai akan adanya Allah yang maha perkasa. Semoga Allah tidak mengazab kita sebagai mana Allah mengazab kaum Nabi Luth. Kita sampai hari dapat terus hidup dengan aman karna Allah masih memberi waktu kita untuk bertaubat. Semoga Allah membukakan segala pintu maafnya untuk kita semua. aminn

Subscribe to receive free email updates: